Anak 1
Ibuku selalu khawatir tentang aku. Mungkin wujud perhatiannya kali ya.
Tapi terkadang kekhawatirannya terlalu berlebihan aku rasa. Meskipun begitu dia tetap ibuku dan tidak akan ada yang bisa mengganti posisinya di hatiku.
Anak 2
Hubunganku dengan ibuku akhir-akhir ini kurang baik. Aku tahu ini kurang baik baginya tapi aku hanya mau membuktikan kalau aku bisa-setidaknya harus belajar-mengatasi masalahku sendiri.
Anak 3
Terkadang aku berpikir aku ini anak kandung dan saudaraku laki-laki adalah anak adopsi. Tidak tahu kenapa orang tuaku sepertinya hanya peduli denganku hehe
Anak 4
Kalau aku malah terkadang merasakan aku hanya memberikan beban yang sangat berat untuk orang tuaku terutama ibuku. Dia sepertinya kelihatan terlalu repot denganku.
Anak 5
Aku minta maaf ibu, tapi sepertinya kekhawatiranmu tentang aku sudah diluar batas. Ini menekanku.
Anak 6
Tanpa terasa aku sudah menjadi seorang istri. Terima-kasih untuk orang tuaku. Aku tahu dari didikanmulah aku akhirnya menjadi seorang istri dari seorang yang sangat baik padaku.
Anak 7
Aku mengagumi ibuku dan selalu memiliki cita-cita unutk menjadi seorang ibu sepertinya kelak.
Anak 8
Aku mencintai keluargaku. Aku mencintai mamaku, papaku dan juga saudaraku. Aku akan terus menjadi seorang anak yang baik dan saudara yang baik bagi mereka.
Anak 9
Aku sudah beberapa kali mengatakan kepada ibu bahwa caranya mendidikku tidak membuatku nyaman. Dan jika itu membuat ibu sedih aku minta maaf, aku hanya ingin diberi kebebasan sedikit saja.
Anak 10
Ibu dan ayahku bercerai ketika aku masih duduk di bangku SD. Tapi aku tahu mereka mengasihi aku. Aku tahu juga seringkali mereka mencari tahu tentang aku kepada teman-temanku dan juga kepada guru-guruku.
Aku hanya bertekad kelak aku tidak akan membiarkan anakku memiliki hidup seperti aku. Aku tahu rasanya menjadi seorang anak yang tidak tinggal serumah dengan ayah dan ibu. Dan aku tahu pula betapa sulitnya tetap menjadi anak yang baik dalam kondisi seperti itu.
Anak 11
Seringkali aku berpikir kenapa ayah dan ibuku tidak lagi memperhatikanku dan mendikteku seperti ketika aku masih SMA dulu.
Anak 12
Aku selalu suka dan akan selalu menyukai cara ibuku mendidikku. Dan aku sudah menerapkan itu kepada anakku.
Anak 13
Ibuku terkadang bertingkah sangat konyol dan berlebihan dalam mengajariku. Aku seringkali mengatakan kepadanya kalau dia sangat kuno. Tapi anehnya dia tak pernah marah.
Anak 14
Terus-terang aku dan ibu sangat berbeda pandagan.
Anak 15
Ibuku itu terlalu cinta kepadaaku. Dia sering menunjukkan itu dengan perhatiannya yang berlebihan untuk anak gadis seumuran aku.
Anak 16
Ibuku beda dari ibu-ibu yang lain. Dia mendidikku dengan cara menceritakan cara ibunya mendidiknya dan caranya menanggapi didikan ibunya.
Anak 17
Kasih sayang ibuku selalu manis. Dalam bentuk apapun dia menyatakan dia tetap ibu yang terbaik bagiku.
Anak 18
Ibuku memberikan aku SIP (surat izin pacaran) di umurku yg ke 15 tahun. Aku heran karena teman-temanku yang lain belum boleh oleh ibunya. Tapi aku tahu antara aku dan ibuku ada ikatan saling percaya yang sangat kuat. Dan aku memilih tak merusak kepercayaan itu.
Anak 19
Ibuku dan aku adalah teman yang sangat baik. Hubungan kami sangat sangat baik.
No comments:
Post a Comment